Monday, December 12, 2011

Ad/art

AD/ART

KARANG TARUNA MUTIARA JAHA Rw 011

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

  1. Karang Taruna MUTIARA JAHA adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah Rw 011 atau komunitas anak muda dan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial.
  2. Anggota Karang Taruna adalah setiap generasi muda dari usia 11 tahun sampai dengan 45 tahun yang berada dilingkungan Rw 011 Kp. Jaha atau komunitas anak muda.
  3. Komunitas anak muda adalah para pemuda yang tinggal dan hidup bersama di Rw 011 yang mempunyai sekurang-kurangnya ketua komunitas.
  4. Majelis Pertimbangan Karang Taruna ( MPKT ) adalah wadah penghimpun mantan pengurus Karang Taruna dan tokoh pemuda lain yang berjasa dan bermanfaat bagi kemajuan Karang Taruna, yang tidak memiliki hubungan struktural dengan Kepengurusan Karang Tarunanya.


 


 


 


 

BAB II
ASAS DAN TUJUAN

Pasal 2

(1) Karang Taruna berdasarkan Pancasila

(2) Tujuan Karang Taruna adalah :

  1. Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran tanggung jawab sosial setiap generasi muda warga Karang Taruna dalam mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial.
  2. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga Karang Taruna yang trampil dan berkepribadian serta berpengetahuan.
  3. Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan keberdayaan warga Karang Taruna.
  4. Termotivasinya setiap generasi muda warga Karang Taruna untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  5. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
  6. Terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di lingkungan Rw 011 atau komunitas anak muda yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya.
  7. Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di lingkungan Rw 011 atau komunitas anak muda yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama Ketua Rw, pemerintah dan komponen masyarakat lainnya.


 


 

BAB III
KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Pasal 3

  1. Karang Taruna MUTIARA JAHA berkedudukan di Kp.Jaha Rw 011 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi atau komunitas anak muda didalam wilayah Rw 011 Kp jaha.
  2. Setiap Karang Taruna mempunyai tugas pokok secara bersama-sama dengan Pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda, baik yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya,
  3. setiap Karang Taruna melaksanakan fungsi :
    1. Penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial.
    2. Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Bagi Masyarakat.
    3. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkungannya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan.
    4. Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda dilingkungannya.
    5. Penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda.
    6. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    7. Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial dilingkungannya secara swadaya.
    8. Penyelenggara rujukan, pendampingan, dan advokasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.
    9. Penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya.
    10. Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual.


 

BAB IV
KEANGGOTAAN

Pasal 4

  1. Keanggotaan Karang Taruna menganut sistim stelsel pasif yang berarti seluruh generasi muda dalam lingkungan Rw 011 Kp.Jaha atau komunitas anak muda yang berusia 11 tahun sampai 45 tahun, selanjutnya disebut sebagai warga Karang Taruna.
  2. setiap generasi muda dalam kedudukannya sebagai warga Karang Taruna mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan asal keturunan, golongan, suku dan budaya, jenis kelamin, kedudukan sosial, pendirian politik dan agama.


 

BAB V
KEORGANISASIAN

Pasal 5

  1. Keanggotaan Karang Taruna diatur berdasarkan aspirasi warga Karang Taruna yang bersangkutan di lingkungan Rw 011 Kp.jaha atau komunitas anak muda setempat.
  2. Untuk memantapkan komunitas, kerjasama, pertukaran informasi dan kolaborasi antar Pemuda Rw 011 Kp.Jaha, dapat dibentuk wadah di lingkup Rt masing-masing sebagai sarana organisasi Karang Taruna yang pemantapannya melalui para pengurus disetiap lingkup masing-masing.


 

BAB VI
KEPENGURUSAN

Pasal 6

  1. Pengurus Karang Taruna dipilih secara musyawarah dan mufakat oleh warga Karang Taruna yang bersangkutan dan memenuhi syarat-syarat untuk diangkat sebagai pengurus Karang Taruna yaitu :
    1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    2. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
    3. Dapat membaca dan menulis.
    4. Memiliki pengalaman serta aktif dalam kegiatan Karang Taruna.
    5. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan berorganisasi, kemauan dan kemampuan, pengabdian di bidang sosial.
    6. Sebagai warga penduduk setempat dan bertempat tinggal tetap.
    7. Berumur 17 tahun sampai dengan 45 tahun.

  2. Susunan Pengurus Karang Taruna dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan.
  3. Kepengurusan Karang Taruna sesuai dengan keorganisasiannya diatur sebagi berikut :


     

    1. Pengurus Karang Taruna Mutiara Jaha atau Komunitas anak muda yang terpilih dan disahkan dalam Temu Karya di wilayahnya adalah sebagi pelaksana organisasi dalam wilayah yang bersangkutan dan dikukuhkan oleh Ketua Rw setempat dan disaksikan oleh minimal Karang taruna Kelurahan.
    2. Pengurus dilingkup Rt yang disahkan dalam Temu Karya Karang Taruna adalah sebagai pengembangan jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kolaborasi antar Karang Taruna dalam lingkup/wilayah Rt dan dikukuhkan oleh Ketua Karang Taruna Mutiara Jaha Rw 011.
  4. Susunan pengurus disetiap lingkup Rt disesuaikan dengan kebutuhan dimasing-masing lingkup.


     

BAB VII
MEKANISME KERJA

Pasal 7

  1. Pengurus Karang Taruna Mutiara Jaha atau Komunitas anak muda melaksanakan fungsi-funfsi operasional dibidang kesejahteraan sosial sebagi tugas pokok Karang Taruna dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) serta program kerja lainnya yang dilaksanakan bersama Ketua Rw dan komponen terkait sesuai dengan Peraturan Prundang-undangan yang berlaku.
  2. Pengurus disetiap lingkup yang ditetapkan sebagai pranata jaringan komunikasi, informasi, kerjasama dan kolaborasi antar Karang Taruna mulai dari pengurus dilingkup Rt melaksanakan fungsi sebagi berikut :


     

    1. Pengelola sistem informasi dan komunikasi;
    2. Pemberdaya, mengembangkan dan memperkuat sistem jaringan kerjasama (networking) antar Karang Taruna serta dengan pihak lain yang terkait;
    3. Penyelenggara mekanisme pengambilan keputusan organisasi, pendampingan, dan advokasi;
    4. konsolidasi dan sosialisasi dalam rangka memelihara solidaritas, konsistensi dan citra organisasi.


     

  3. Mekanisme hubungan komunikasi, informasi, kerjasma dan kolaborasi antar Karang taruna dengan wadah pengurus dilingkup Rt adalah bersifat koordinatif, konsultatif dan kolaboratif secara fungsional serta bukan operasional.
  4. Untuk mendayagunakan pranata jaringan komunikasi, informasi, kerjasama dan kolaborasi anatr Karang Taruna yang lebih berdayaguna dan berhasilguna, maka diadakan Forum pertemuan Karang Taruna yang diatur sebagai berikut :
    1. Bentuk-bentuk Forum terdiri dari :
      1]. Temu Karya;
      2]. Rapat Kerja;
      3]. Rapat Pimpinan;
      4]. Rapat Pengurus Pleno;
      5]. Rapat Konsultasi;
      6]. Rapat Pengurus Harian.
    2. Mekanisme Forum pertemuan tersebut diatur lebih lanjut dalam Pedoman pelaksanaan Karang Taruna.
    3. Forum-forum pertemuan Karang Taruna sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a diatas, dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah peserta/pengurus dari lingkup yang bersangkutan.
    4. Pengambilan keputusan dalam setiap Forum pertemuan Karang Taruna wajib dilakukan secara musyawarah dan mufakat, dan apabila hal itu tidak tercapai maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.
    5. Forum Pertemuan Karang Taruna yang diadakan secara Menyeluruh dan Khusus dalam rangka usulan untuk bahan perubahan Pedoman Dasar/Pedoman pelaksanaan Karang Taruna, diatur sebagai berikut
      1. Minimal 2/3 (dua pertiga) dari jumlah peserta/pengurus dari lingkup Rt harus hadir ditambah unsur dari MPKT selaku Pembina Fungsional.
      2. Usulan perubahan Pedoman Dasar/Pedoman Rumah Tangga Karang Taruna dapat dinyatakan sah apabila didasarkan pada persetujuan minimal 2/3 (dua pertiga) dari jumlah seluruh peserta yang hadir dan mendapat persetujuan dari Pembina Fungsional
      3. Rekomendasi usulan guna perubahan tersebut, diusulkan sebagi bahan untuk disahkan atau ditetapkan oleh Ketua RW 011 Kp. Jaha.


 

  1. Kedudukan, pemilihan dan masa bakti pengurus sebagai berikut :
    1. Pengurus Karang Taruna berkedudukan di Rw 011 Kp.Jaha atau Komunitas anak muda setempat. Pengurus dilingkup Rt berkedudukan di Rt masing-masing dan pengurus dilingkup Rw berkedudukan di lingkungan Ketua Karang Taruna Mutiara Jaha.
    2. Pemilihan pengurus dilakukan secara musyawarah dan mufakat dalam Temu Karya serta wajib memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
    3. Masa bakti Pengurus Karang Taruna di Rw 011 Kp.Jaha dan Pengurus atau Komunitas anak muda lingkungan Rt paling lama 3 (tiga) tahun serta dapat dipilih kembali untuk yang kedua kalinya serta memenuhi persyaratan yang berlaku.


 

BAB VIII
PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PENGURUS

Pasal 8

  1. Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Rw 011 Kp.Jaha atau Komunitas anak muda lingkungan Rt dilakukan dengan Surat Keputusan Pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkatan lingkupnya.
    1. Surat Keputusan Pejabat yang berwenang tersebut pada ayat (1) diatas adalah : Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah untuk pengukuhan Pengurus Karang Taruna setempat.
  2. Pelantikan Pengurus Karang Taruna Mutiara Jaha atau Komunitas anak muda dan Pengurus dilingkup Rt dilakukan oleh Pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkatan lingkupnya masing-masing.


 


 

BAB IX
PEMBINA

Pasal 9

  1. Karang Taruna sebagai Organisasi Sosial Generasi Muda diseluruh wilayah Rw 011, memiliki Pembina Utama, Pembina Fungsional dan Pembina Teknis.
  2. Pembina Utama sebagimana dimaksud pada ayat (1) adalah Ketua Rw 011 Kp.Jaha.
  3. Pembina Umum, Pembina Fungsional dan Pembina Teknis sebagimana dimaksud pada ayat (1) , di Pusat dan di daerah adalah :
    1. Pembina di Pusat terdiri :
      1. Kepala Desa/Keluraha selaku Pembina Umum .
      2. Ketua Karang Taruna Kelurahan selaku Pembina Fungsional
      3. Ketua Rw, MPKT dan Pemuda Terpilih sebagai Pembina Teknis Karang Taruna.

BAB X
KEUANGAN

Pasal 10

Keuangan Karang Taruna dapat diperoleh dari :

  1. iuran Warga Karang Taruna
  2. Usaha sendiri yang diperoleh secara syah
  3. Bantuan Masyarakat yang tidak mengikat
  4. Bantuan/Subsidi dari Pemerintah
  5. Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


 

BAB XI
MAJELIS PERTIMBANGAN DAN UNIT TEKNSI KARANG TARUNA

Pasal 11

  1. Setiap Karang Taruna dapat membentuk Majelis Pertimbangan Karang taruna ( MPKT ) pada forum tertinggi ( Temu Karya ) di Lingkungan Rw 011 Kp.Jaha yang kemudian dikukuhkan oleh forum tersebut.
  2. Majelis Pertimbangan Karang Taruna dipimpin oleh seorang Ketua merangkap anggota, seorang Sekretaris dan beberapa orang Wakil Sekretaris ( sesuai kebutuhan) merangkap anggota, dan para anggota yang jumlahnya ditentukan sesuai dengan jumlah mantan aktivis Karang Taruna di wilayahnya masing-masing ditambah beberapa tokoh yang dianggap layak, apabila memungkinkan.


 

Pasal 12

  1. Karang Taruna dapat membentuk Unit Teknis sesuai dengan kebutuhan pengembangan organisasi dan program-programnya;
  2. Unit Teknis dimaksudkan merupakan bagian yang tidak terpisahklan dari kelembagaan Karang Taruna dan pembentukannya harus melalui meakanisme pengambilan keputusan dalam forum yang representatif dan sesuai kapasitasnya untuk itu;
  3. Unit Teknis disahklan dan dilantik oleh Karang Taruna yang membentuknya dan harus berkoordinasi serta mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada Karang Taruna yang membentuknya.


 

BAB XII
IDENTITAS

Pasal 13

  1. Karang Taruna dapat memiliki identitas lambang bendera, panji, yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 65/HUK/KEP/XI/1982 dan lagu mars serta hymne.
  2. Identitas yang telah ditetapkan dan/atau digunakan tersebut menjadi identitas resmi Karang Taruna dan hanya dapat dirubah dengan Keputusan Menteri Sosial.
  3. Mekanisme penggunaan identitas Karang Taruna diatur lebih lanjut dalam Pedoman pelaksanaan Karang Taruna.


     

BAB XIII
KETENTUAN LAIN

Pasal 14

Sesuai dengan kebutuhan, setiap Karang Taruna dapat menyusun dan/atau menyesuaikan Anggaran Rumah Tangga berdasarkan Pedoman Dasar Karang Taruna Nasional.


 

BAB XIV
PENUTUP

Pasal 15

  1. Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan ini, akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Ketua.
  2. Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dibetulkan sebagaimana mestinya

No comments:

Post a Comment